Elite
Dalam pengertian umum elite itu menunjuk sekelompok orang yang dalam masyarakat menempatikedudukan tinggi. Dalam arti yang lebih khusus dapat diartikan sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
Fungsi Elite Dalam Memegang Strategi
Ada dua kecendrungan yang digunakan untuk menentukan elite dalam masyarakat yaitu pertama menitikberatkan pada fungsi sosial dan kedua pertimbangan-pertimbangan yang bersifat moral. Kedua kecendrungan ini melahirkan dua macam elite yaitu :
1. Elite Internal : Menyangkut integrasi moral serta solidaritas sosial yang berhubungan dengan perasaan tertentu pada saat tertentu, sopan santun dan keadaan jiwa.
2. Elite Eksternal : Meliputi pencapaian tujuan dan adaptasi, berhubungan dengan problem-problem yang memperlihatkan sifat keras, masyarakat lain atau masa depan tertentu.
Golongan elite sebagai minoritas sering ditampakan dengan beberapa bentuk penampilan antara lain :
· Elite menduduki posisi yang penting dan cenderung merupakan poros kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
· Faktor utama yang menentukan kedudukan mereka adalah keunggulan dan keberhasilan yang dilandasi oleh kemampuan baik yang bersifat fisik maupun psikhis, material maupun inmaterial, merupakan heriditer maupun pencapaian.
· Dalam hal tanggung jawab, mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan dengan masyarakat lain.
· Ciri-ciri lain merupakan konsekuensi logis dari ketiga hal di atas adalah imbalan yang lebih besar yang diperoleh atas pekerjaan dan usahanya.
Didalam masyarakat yang heterogen tentu banyak nilai yang dijadikan panutan karena setiap golongan memiliki kebiasaan atau kebudayaan sendiri-sendiri. Disini para elite harus dapat menyesuaikan dirinya dalam menguasai masyarakat. Dalam hal ini mereka harus memperhatikan beberapa fungsi dalam pengembilan kebijaksanaan untuk memimpin masyarakatnya agar terjadi kerjasama yang baik dalam mencapai tujuan. Yang harus diperhatikan adalah tujuan yang hendak dicapai, penyesuaian diri, integrasi, memperhatikan serta memelihara norma yang berlaku dan memperhatikan kepemimpinan.
Sehubung dengan fungsi yang harus dijalankan oleh elite dalam memegang kepemimpinan ia harus dapat mengatur strategi yang tepat. Dalam hal ini dapat dibedakan elite pemegang strategi dalam garis besar sebagai berikut :
1. Elite Politik ( Elite yang berkuasa dalam mecapai tujuan. Yang paling berkuasa biasanya disebut elite segala elite. )
2. Elite Ekonomi, Militer, Diplomatik dan Cendekiawan ( Mereka yang berkuasa atau mempunyai pengaruh dalam bidang itu. )
3. Elite Agama, Filsuf, Pendidikan dan Pemuka Masyarakat.
4. Elite yang dapat memberikan kebutuhan psikologis seperti : artis, penulis, tokoh film, olahragawan, dll.
Elite dari segala elite dapatlah menjalankan fungsinya dengan mengajak para elite pemegang strategi di tiap bidangnya untuk bekerja sebaik-baiknya.
Massa
Istilah massa dipergunakan untuk menunjukan suatu pengelompokan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yang secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain.
Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku masal sepertinya mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, mereka yang tersebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa-peristiwa, atau mereka yang berperan dalam suatu migrasi dalm arti luas.
· Opini
Elite adalah sekumpulan orang yang terkemuka dibidang tertentu dan hanya orang-orang terpandang yang memegang kekuasaan atas bidang-bidang tersebut. Massa adalah sekumpulan orang-orang yang berperan terhadap peristiwa masal.
Sumber: daya-goday.blogspot.com
ISD BAB VI Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
Diposting oleh unlimited di 18.16 0 komentar
BAB VIIII Prasangka Diskriminasi dan Etnosentrisme
BAB 9 PRASANGKA DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISME
Pertanyaan :
1. Golongan-golongan yang berbeda dan integrasisosial?
Jawab:
masyarakat indonesia adalah masyarakat yang majemuk, masyarakat majemuk itu di persatukan oleh sistem nasional negara indonesia. aspek" kemasyarakatann yang mempersatukannya antara lain :
1. Suku bangsa dan kebudayaannya
2. Agama.
3. Bahasa,
4. Nasion Indonesia
Integrasi
masalah besar yang di hadapi indonesia adalah sulitnya integrasi antara 1 dengan yang lainnya. masyarakat" yang ada di indonesia mereka tetap hidup berdampingan pada kemajemukannya,
berikut adalah beberapa variabel yang dapat menghambat integrasi :
1. Klaim/Tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang di anggap sebagai miliknya
2. Isu asli tidak asli berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga negara indonesia asli dengan keturunan lain
3. agama, sentimen agama dapat di gerakkan untuk mempertajam kesukuan.
4. prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang golongan tertentuk.
STUDY KASUS:
Integrasi Ekonomi ASEAN Lemah
Jakarta, Kompas - Perekonomian ASEAN harus lebih terintegrasi agar bisa menjadi perekat dan motor penggerak perekonomian di Asia, termasuk dengan China dan Jepang. Sayangnya, ASEAN belum dapat menjadi penggerak di Asia karena tiap-tiap anggota memiliki kepentingan yang berbeda-beda.
Integrasi tersebut diperlukan untuk membuat arsitektur ekonomi kawasan menjadi lebih kuat dan tercapai pertumbuhan kuat di Asia. Perdagangan ASEAN justru terjalin lebih kuat dengan negara di luar ASEAN, seperti China, Jepang, dan Korea. Demikian pula dengan investasi.
”ASEAN plus 3 (China, Jepang, dan Korea Selatan) harus dimanfaatkan sebagai penggerak. China menjadi bagian yang penting,” ujar Djisman Simandjuntak, Direktur Eksekutif Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya, pada seminar 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China di Jakarta, Senin (20/9).
Sangat bermanfaat
Menurut Djisman, masih ada masalah lain yang dihadapi dalam membentuk arsitektur ekonomi regional. China lebih senang formasi ASEAN plus 3, sedangkan Jepang lebih senang formasi ASEAN plus 6 bersama dengan India, Selandia Baru, dan Australia. Sementara ASEAN terjepit di tengah-tengah.
Cai Jinbiao, Wakil Presiden Chinese People’s Institute of Foreign Affairs (CPIFA) dan mantan Duta Besar China untuk Fiji, menyatakan bahwa integrasi yang kuat di kawasan menguntungkan dalam banyak hal.
”Negara tidak dapat lagi berkembang jika tertutup. Kerja sama dengan negara lain jelas akan memperluas pasar, mencegah krisis, dan bermanfaat pula untuk kerja sama politik dan keamanan. Sayangnya, integrasi Asia masih jauh tertinggal,” ujarnya.
Padahal, mekanisme kerja sama sudah beragam, seperti ASEAN dan APEC. (joe)
OPINI :
Dilihat dari masyarakatnya, Indonesia adalah termasuk negara yang majemuk. Karena kita memiliki beragam bahasa, budaya, dan agam. Tapi kita masih dapat hidup berdampingan satu sama lain. Ini semua dikarenakan solidaritas bangsa Indonesia yang sangat kuat. Tetapi yang saya lihar dari studi kasus diatas, integrasi antara masyarakat negara-negara ASEAN sangatlah lemah atau kurang. ”Negara tidak dapat lagi berkembang jika tertutup. Kerja sama dengan negara lain jelas akan memperluas pasar, mencegah krisis, dan bermanfaat pula untuk kerja sama politik dan keamanan. Sayangnya, integrasi Asia masih jauh tertinggal”. Pernyataan ini menurut saya sangatlah tepat. Jadi kita sebagai anggota dari ASEAN harus memperbaiki kekurangan ini.
Diposting oleh unlimited di 04.34 0 komentar
BAB VIII Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kemiskinan
BAB 8 ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN
Pertanyaan:
1. Jelaskan pengertian ilmu pengetahuan, teknologi dan nilai?
Jawab:
Pengertian ilmu Pengetahuan
Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia . Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat Metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari Epistemologi.
Pengertian Teknologi
Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah. Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya.
Pengertian Nilai
Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna
bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna
bagi kehidupan manusia.
Jika yang dimksud Nilai sosial, adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Sebagai contoh, orang menanggap menolong memiliki nilai baik, sedangkan mencuri bernilai buruk. Woods mendefinisikan nilai sosial sebagai petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu
STUDY KASUS:
Bijak terhadap Perkembangan Teknologi
ANDUNG, KOMPAS.com - Perkembangan teknologi informasi, dengan media sosial sebagai salah satu produk yang mendorong keterbukaan informasi dan kebebasan berpendapat, telah membawa pengaruh besar bagi dinamika kehidupan masyarakat masa kini. Akan tetapi, perkembangan ini juga diikuti dengan dampak negatif yang perlu menjadi perhatian dan mendorong perlunya regulasi yang dapat mengontrol para pengguna. Hal itu terungkap dalam konferensi internasional yang digelar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran bertema "Media Baru dan Peradaban Manusia", di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, 28 September 2011.
Prof Jan van Dijk, dari Universitas Twente, Belanda, dalam makalah berjudul "Network Properties and Democracy", mengatakan, sekalipun dapat mempromosikan demokrasi, tetapi internet bukanlah sebuah hal yang demokratis.
"Tergantung pada penggunanya," kata Jan van Dijk.
Profesor dari Universitas Malaya, Hasmah binti Zanuddin mengungkapkan, berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, penggunaan internet memberikan dampak negatof bagi remaja dan kaum miskin. Dampak itu, katanya, berupa perilaku seksual dan kehamilan di usia remaja. Menurutnya itu terjadi akibat kebebasan anak di bawah umur, untuk mencari apa pun hanya dengan duduk di rumahnya dan mengakses informasi melalui internet, termasuk informasi eksplisit mengenai pornografi.
Konferensi internasional ini juga diisi dengan plenary session dengan mempresentasikan 44 makalah dengan pembicara dari 25 universitas dari dalam dan luar negeri, diantaranya Twente University (Belanda), University of Florida (Amerika), University of Malaya (Malaysia), Universitas Padjadjaran (Bandung), MARA University of Technology (Malaysia), Universitas Kristen Satya Wacana (Salatiga), Universitas Pancasila (Jakarta), Uversitas Persada Indonesia-YAI (Jakarta), Universitas Islam Bandung, Universitas Al-Azhar (Jakarta), Kyambogo University (Uganda), Banglore University (India), Universitas Baturaja (Sumatera Selatan), University Sains (Malaysia), Universitas Budi Luhur (Jakarta), London Public School of PR (Jakarta), Dhirubhai Ambani Institute of Information and Communication Technology (India), Universitas Pembangunan Jaya (Jakarta), EFL University (India), Universitas Hasanudin (Makasar), Universitas Indonesia (Depok), Universitas Mulawarman (Samarinda), Politeknik Telkom (Bandung), Universitas Paramadina (Jakarta), Sekolah Tinggi Seni Indonesia (Bandung).
OPINI:
Perkembangan teknologi belakangan ini sangat melesat dan maju. Sudah banyak ahli-ahli yang menemukan hal-hal baru di dunia teknologi. Tapi bagi masyarakat pedesaan teknologi sangat awam dan belum tersentuh oleh masyarakat. Teknologi sangat dibutuhkan. Bagi masyarakat perkotaan ataupun pedesaan. Mungkin di masyarakat perkotaan teknologi sangatlah lazim. Tapi bagi masyarakat pedesaan, malah sebaliknya. Menurut pendapat saya, penyuluhan tentang teknologi untuk kalangan masyarakat pedesaan sangatlh penting. Agar kita masyarakat perkotaan dan pedesaan sama-sama maju dan dapat menghadapi era globalisasi.
Diposting oleh unlimited di 04.31 0 komentar
ISD BAB VII MASYARAKAT PERKOTAAN DAN PEDESAAN
BAB 7 MASYARAKAT PERKOTAAN DAN PEDESAAN
Pertanyaan:
1. Sebutkan 5 unsur lingkungan perkotaan?
Jawab:
- Unsur lingkungan perkotaan
Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola-pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Kesemuanya akan tercermin dalam komponen-komponen yang membentuk stuktur kota tersebut. Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan setidaknya mengandung 5 unsur yang meliputi :
- Wisma : unsur ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsure wisma ini menghadapkan
- dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan kebutuhan penduduk untu masa mendatang
- memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat mencapai standar mutu kehidpan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan
- Karya : unsure ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
- Marga : unsure ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
- Suka : unsure ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
- Penyempurna : unsure ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.
2. Sebutkan fungsi external kota?
Fungsi external kota
Fungsi eksternal kota:
· Pusat kegiatan politik dan administrasi pemerintahan wilayah tertentu
· Pusat dan orientasi kehidupan social budaya suatu wilayah lebih luas
· Pusat dan wadah kegiatan ekonomi ekspor :
1. Produksi barang dan jasa
2. Terminal dan distribusi barang dan jasa.
· Simpul komunikasi regional/global
· Satuan fisik-infrastruktural yang terkail dengan arus regional/global.
Sumber:
STUDY KASUS:
Jakarta, Bandung, Surabaya Sudah Tak Nyaman Huni
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa menilai, kota Jakarta, Bandung, dan Surabaya saat ini tidak nyaman dihuni. Ketiga kota ini memiliki tingkat kepadatan penduduk sangat tinggi, serta tata ruang kota dan sarana transportasi yang buruk.
Diperkirakan di kawasan Asia akan terjadi ledakan penduduk di perkotaan sekitar 62 persen, dengan pertambahan penduduk di kota besar naik sekitar 55 persen.
-- Suharso Monoarfa
"Setiap kota di Indonesia harusnya mengantisipasi batas ambang (carrying capacity) penduduk yang ada agar lebih nyaman dihuni oleh masyarakat. Beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya sudah terlalu padat," kata Suharso dalam sambutannya pada seminar nasional Habitat 2011 "Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman yang Responsif Terhadap Perubahan Iklim" di Jakarta, Rabu (5/10/2011).
Suharso mengatakan, kepadatan kota serta kekhawatiran terjadinya ledakan penduduk di kota-kota besar merupakan masalah yang akan selalu dihadapi setiap kota didunia. Untuk mengantisipasi hal ini, diperlukan suatu satuan kawasan wilayah (SKW) dengan perencanaan matang, agar bisa digunakan untuk mencegah semrawutnya penataan sebuah kota di masa mendatang.
"Diperkirakan di kawasan Asia akan terjadi ledakan penduduk di perkotaan sekitar 62 persen, dengan pertambahan penduduk di kota besar naik sekitar 55 persen. Apabila kota-kota di Indonesia tidak melakukan antisipasi sejak dini, maka yang terjadi kota-kota besar akan semakin padat lagi,” ujarnya.
Salah satu kunci untuk mengatasi hal tersebut, lanjut Suharso, setiap penguasa atau kepala daerah harus memiliki pengetahuan cukup mengenai tata ruang serta teknologi, agar masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan yang ada. Jangan sampai penguasa kota dan para pemangku kepentingan, khususnya di sektor perumahan dan kawasan permukiman, mementingkan kepentingannya sendiri dengan melakukan kompromi dalam setiap perijinan pembangunan.
"Jika hal ini diselesaikan segera, maka saya yakin 10 tahun mendatang isu mengenai kepadatan dan kesemrawutan kota di Indonesia tidak akan terulang lagi," katanya.
OPINI:
Perkotaan jaman sekarang ini sudah tidak lagi nyaman dihuni. Banyak kendaraan-kendaraan besar yang lalu lalang dan mengeluarkan polusi yang sangat buruk untuk tubuh manusia. Masalah utama dari kota itu sendiri adalah kepadatan penduduknya. Banyak orang-orang yang berasal dari desa yang mengira bahwa dikota banyak lapangan pekerjaan, tapi itu semua hanya isu belaka. Mereka yang kurang beruntung akhirnya hanya mengnggur atau menjadi pekerja kasar saja seperti pengemis dan pengamen yang hanya menambah kepadataan kota.
Diposting oleh unlimited di 04.28 0 komentar
ISD BAB V Warga Negara dan Negara
1. Sebutkan sifat-sifat negara ?
Jawab :
· Sifat monopoli
Monopoli berasal dari kata ³mono´ yang artinya satu dan ³poli´ yang artinya penguasa, jika sifat monopoli dikaitkan dengan Negara adalah suatu hak tunggal yang dilakukan oleh negara untuk berbuat atau menguasai sesuatu untuk kepentingan dan tujuan bersama. Negara mempunyai monopoli dalam menetapkan tujuan bersama dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam hal ini Negara dapat menyatakan bahwa suatu aliran kepercayaan atau aliran politik tertentu dilarang hidup dan disebarkluaskan, oleh karena dianggap bertentangan dengan tujuan masyarakat dan dapat membahayakan posisi suatu kekuasaan. Misalnya, Pemerintah mencanangkan Indonesia Sehat 2010. Itu berarti Warga Negara Indonesia harus berpartisipasi agar tercapai.
· Sifat memaksa
Sifat memaksa artinya bahwa negara mempunyai kekuatan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi. Dengan ditaatinya peraturan perundang-undangan, penertiban dalam kehidupan bermasyarakat dapat tercapai serta dapat pula mencegah timbulnya anarki. Saran dalam pencapaian hal tersebut tidak luput dari kinerja polisi, tentara yang bertugas menjaga pertahan dan keamanan serta alat penjamin hukum lainnya. Organisasi dan asosiasi yang lain dari Negara juga mempunyai aturan-aturan yang mengikat, akan tetapi aturan-aturan yang dikelurkan oleh Negara lebih mengikat penduduknya.
Dalam masyarakat yang bersifat homogen dan ada consensus nasional yang kuat mengenai tujuan-tujuan bersama, biasanya sifat paksaan itu tidak begitu menonjol, akan tetapi di Negara-negara baru yang kebanyakan belum homogen dan konsensus nasionalnya kurang kuat, sering kalli sifat paksaan ini akan lebih tampak. Dalam hal iinegara demokratis tetap disadari bahwa paksaan hendaknya dipakai seminimal mungkin dan sedapat-dapatnya dipakai persuasi (menyakinkan). Lagi pula pemakaian paksaan secara ketat, selain memerlukan organisasi yang ketat, juga memerlukan biaya yang tinggi
Contoh sifat memaksa antara lain adalah setiap warga wajib membayar pajak, menaati peraturan lalu lintas serta peraturan hukum lainnya. Jika mereka melanggar hokum dan ketentuan Negara, maka aparat Negara (polisi dan kejaksaan) dapat memaksa warga Negara untuk tunduk pada hukum, baik dengan memberikan sanksi pidana maupun kurungan ataupun penjara.
· Sifat Mencakup Semua
Sifat untuk semua berarti semua peraturan perundang-undangan yang berlaku (misalnya keharusan membayar pajak) adalah untuk semua orang tanpa kecuali. Keadaan demiian memang perlu, sebab kalu seseorang dibiarkan berada di luar lingkup aktivitas Negara, maka usaha Negara kea rah tercapainya masyarakat yang dicita-citakan akan gagal, atau dapat menganggu cita-cita yang telah tercapai. Lagi pula, menjadi warga negar tidak berdasarkan kemauan sendiri (involuntary) dan hal ini berbeda dengan asosiasi di mana keanggotaan sukarela. Misalnya, dalam Pasal 29 ayat 2 UUD 1945 berisi tentang kebebasan memilih agama. Hal itu berarti, semua Warga Negara Indonesia berhak memilih agama dan kepercayaannya masing-masing tanpa adanya paksaan.
· Sifat totalitas
Segala hal tanpa terkecuali menjadi kewenangan negara. Contoh : semua orang harus membayar pajak, semua orang sama di hadapan hukum dan lainnya.
Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapat mengembangkan bakat dan potensinya. Negara dapat memungkinkan rakyatnya maju berkembang melalui pembinaan.
Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapat mengembangkan bakat dan potensinya. Negara dapat memungkinkan rakyatnya maju berkembang melalui pembinaan.
2. Sebutkan 2 bentuk negara ?
Jawab :
1. Negara kesatuan : Suatu negara yang mereka dan berdaulat, yang berkuasa satu pemerintah pusat yang menatur seluruh daerah secara totalitas. Bentuk negara ini tidak terdiri atas beberapa negara, yang menggabungkan diri sedemikian rupa hingga menjadi satu negara yang negara-negara itu mempunya status bagian-bagian. Negara Kesatuan dapat berbentuk yaitu :
A. Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi, dimana segala sesuatu dalam negara itu langsung diatur dan diurs oleh pemeintah pusat dan daerah-daerah tinggal melaksanakannya.
B. Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi, dimana kepala daerah diberikan kesempatan dan kekuasaan untuk mengurus rumah tangganya sendiri (otonomi daerah) yang dinamakan daerah swatantra.
2. Negara Serikat (Federasi) : Suatu negara yang merupakan gabungan dari beberapa negara yang menjadi negara-negara bagian dari negara serikat itu. Negara-negara bagian itu asal mulanya adalah suatu negara yang merdeka dan berdaulat serta berdiri sendiri. Dengan menggabungkan diri dengan negara serikat, berarti ia telah melepaskan sebagian kekuasaanna dengan menyerahkan kepada negara serikat itu. Kekuasaan yang diserahkan itu disebutkan satu demi satu (limiatif) yang merupakan delegated powers (kekuasaan yang didelegasikan). Kekuasaan Asli ada pada negara bagian karena berhbungan langsung dengan rakyatnya. Penyerahan kekuasaannya kepada negara serikat adalah hal-hal yang berhubungan dengan hubungan luar negeri. Pertahanan Negara, Keuangan, dan urusan Pos. Dapat juga diartikan bahwa bidang kegiatan pemerintah federasi adalah urusan-urusan selebihnya dari pemerintah negara-negara bagian (residuary powers).
studi kasus :
ICW Nilai Inpres Mafia Pajak dan Hukum Kian Terabaikan
JAKARTA--MICOM: Instruksi presiden tentang mafia pajak dan hukum kian terabaikan akibat banyaknya isu yang mengemuka ke publik. Lalu, muncul skema pengalihan isu untuk mengatur perhatian publik agar pengungkapan kasus korupsi lamban, dan tak berjalan.
Hal ini diungkapkan Peneliti Hukum Indonesian Corruption Watch (ICW) Donal Fariz saat ditemui di kantor YLBHI Jakarta, Senin (21/3).
"Hingga kini tidak ada hasil konkretnya," tutur Donal. Ia juga menyayangkan Inpres tersebut tidak mampu membongkar mafia pajak dan hukum.
Menurutnya, semua pihak terlibat kasus mafia pajak dan hukum. Polri, lanjutnya, tidak mampu menyeret oknum kejaksaan, begitupun sebaliknya. "Potensi sandera menyandera itu tinggi, khususnya kasus Gayus," terangnya.
Ia berpendapat ada skema pengalihan isu untuk mengatur perhatian publik agar pengungkapan kasus korupsi lamban, dan tak berjalan. "Paling parah saat isu koalisi dan reshuffle kabinet," tegasnya.
"Dari koalisi, terus diperpanjang dengan reshuffle, dan lanjut ke soal PKB," tukas Donal.
Ia lantas berpendapat, inpres yang dikeluarkan pada medio Januari kemarin seharusnya itu lebih konkret lagi. "Kalau normatif kan sudah ada UU," tegasnya.
Andai Presiden serius ungkap mafia pajak, lanjutnya, seharusnya ia meminta hasil pemeriksaan selama ini. "Hasil pemeriksaan kode etik para jenderal, dari kejaksaan, petinggi di Dirjen Pajak, itu harus diumumkan ke publik," tandasnya.
Sampai sejauh ini, ia menilai inpres mengenai mafia pajak kian susah mengungkap dalang di baliknya. Karena itu, ia mengimbau agar hasil pemeriksaan baik di Kejaksaan, Kepolisian, maupun di Dirjen Pajak wajib diumumkan, kendati banyak isu lain yang merebak dan menyita perhatian. (*/OL-11)
Hal ini diungkapkan Peneliti Hukum Indonesian Corruption Watch (ICW) Donal Fariz saat ditemui di kantor YLBHI Jakarta, Senin (21/3).
"Hingga kini tidak ada hasil konkretnya," tutur Donal. Ia juga menyayangkan Inpres tersebut tidak mampu membongkar mafia pajak dan hukum.
Menurutnya, semua pihak terlibat kasus mafia pajak dan hukum. Polri, lanjutnya, tidak mampu menyeret oknum kejaksaan, begitupun sebaliknya. "Potensi sandera menyandera itu tinggi, khususnya kasus Gayus," terangnya.
Ia berpendapat ada skema pengalihan isu untuk mengatur perhatian publik agar pengungkapan kasus korupsi lamban, dan tak berjalan. "Paling parah saat isu koalisi dan reshuffle kabinet," tegasnya.
"Dari koalisi, terus diperpanjang dengan reshuffle, dan lanjut ke soal PKB," tukas Donal.
Ia lantas berpendapat, inpres yang dikeluarkan pada medio Januari kemarin seharusnya itu lebih konkret lagi. "Kalau normatif kan sudah ada UU," tegasnya.
Andai Presiden serius ungkap mafia pajak, lanjutnya, seharusnya ia meminta hasil pemeriksaan selama ini. "Hasil pemeriksaan kode etik para jenderal, dari kejaksaan, petinggi di Dirjen Pajak, itu harus diumumkan ke publik," tandasnya.
Sampai sejauh ini, ia menilai inpres mengenai mafia pajak kian susah mengungkap dalang di baliknya. Karena itu, ia mengimbau agar hasil pemeriksaan baik di Kejaksaan, Kepolisian, maupun di Dirjen Pajak wajib diumumkan, kendati banyak isu lain yang merebak dan menyita perhatian. (*/OL-11)
OPINI :
Sifat mutlak negara adalah memaksa, mengikat, dan monopoli. Warganegara secara kasarnya adalah milik negara yang wajib membela negara serta melindunginya. Banyak bentuk negara di dunia, tapi yang dianut oleh Indonesia adalah bentuk Negara Kesatuan. Sebenarnya banyak keuntungan dari bentuk negara kesatuan. Warganegara mendapatkan hak demokrasi dan memiliki hak untuk mengemukakan pendapat. Tapi kenyataannya di Indonesia, masih banyak keamanan negara yang tidak terjamin. Contohnya seperti kasus di studikasus diatas. Masih banyak mafia pajak yang merajalela. Menurut pendapat saya, maksud pemerintah mengadakan resuffle kabinet adalah untuk memperkuat pertahanan dalam negeri Republik Indonesia ini.
Diposting oleh unlimited di 04.41 0 komentar
ISD BAB IV Pemuda dan Sosialisasi
1. Jelaskan 2 pengertian pokok pembinaan dan pengembangan generasi muda ?
Jawab :
Generasi muda sebagai subyek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal-bekal dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam keterlibatannya secara fungsional bersama potensi lainnya, guna menyelesaikan masalah – masalah yang di hadapi bangsa dalam rangka kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional. Generasi muda sebagai obyek pembinaan dan pengembangan ialah merekah yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan ke arah pertumbuhan potensi dan kemampuan – kemampuannya ke tingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.
2. Tuliskan masalah-masalah generasi muda ?
Jawab :
a. kebutuhan akan figur teladan
Remaja jauh lebih mudah terkesan akan nilai-nilai luhur yang berlangsung dari keteladanan orang tua mereka daripada hanya sekedar nasihat-nasihat bagus yagn tinggal hanya kata-kata indah.
b. sikap apatis
Sikap apatis meruapakan kecenderungan untuk menolak sesuatu dan pada saat yang b ersamaan tidak mau melibatkan diri di dalamnya. Sikap apatis ini terwujud di dalam ketidakacuhannya akan apa yang terjadi di masyarakatnya.
c. kecemasan dan kurangnya harga diri
Kata stess atau frustasi semakin umum dipakai kalangan remaja. Banyak kaum muda yang mencoba mengatasi rasa cemasnya dalam bentuk “pelarian” (memburu kenikmatan lewat minuman keras, obat penenang, seks dan lainnya).
d. ketidakmampuan untuk terlibat
Kecenderungan untuk mengintelektualkan segala sesuatu dan pola pikir ekonomis, membuat para remaja sulit melibatkan diri secara emosional maupun efektif dalam hubungan pribadi dan dalam kehidupan di masyarakat. Persahabatan dinilai dengan untung rugi atau malahan dengan uang.
e. perasaan tidak berdaya
Perasaan tidak berdaya ini muncul pertama-tama karena teknologi semakin menguasai gaya hidup dan pola berpikir masyarakat modern. Teknologi mau tidak mau menciptakan masyarakat teknokratis yang memaksa kita untuk pertama-tama berpikir tentang keselamatan diri kita di tengah2 masyarakat. Lebih jauh remaja mencari “jalan pintas”, misalnya menggunakan segala cara untuk tidak belajar tetapi mendapat nilai baik atau ijasah.
Studi kasus :
“Generasi Muda Indonesia Masuki Titik Krusial”
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Azrul Azwar mengungkapkan, masalah generasi muda di Indonesia saat ini memasuki titik krusial. Hanya 30 persen lulusan sekolah dasar (SD) yang masuk sekolah menengah pertama (SMP) dan hanya lima persen lulusan sekolah menengah atas (SMA) yang masuk ke perguruan tinggi.
“Sisanya drop out dan jadi penganggur atau bekerja di tempat yang tidak semestinya,” kata Azrul pada acara halal bihalal Pramuka di Cibubur, Jakarta Timur pagi ini.
Menurut Azrul, anak-anak muda yang penganggur tersebut akhirnya terjebak pada tindak kriminalitas dan narkotika. Berdasarkan data yang ada, sekitar dua juta generasi muda Indonesia memakai obat-obat terlarang. Sebagian besar menggunakan narkoba melalui suntikan.
“Sekarang sekitar 40 persen dari pengguna obat-obatan terlarang itu terkena penyakit AIDS,” kata Azrul yang juga guru bear Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Bahkan, penyakit AIDS di Kabupaten Merauke, Papua sudah menakutkan.
Untuk mengatasi masalah AIDS ini, menurut dia, Gerakan Pramuka telah membentuk program Pramuka Peduli. Program ini bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional yang berkaitan dengan sektor kesehatan dan pendidikan seperti UNICEF.
Azsrul menjelaskan, ada dua keuntungan dari kerja sama Pramuka dengan lembaga internasional ini. Pertama, Pramuka bisa membantu secara konkret terhadap masalah generasi muda. Kedua, Gerakan Pramuka mendapat dana untuk mengelola organisasi, karena dana menjadi salah satu masalah utama dari Gerakan Pramuka saat ini.
“Sisanya drop out dan jadi penganggur atau bekerja di tempat yang tidak semestinya,” kata Azrul pada acara halal bihalal Pramuka di Cibubur, Jakarta Timur pagi ini.
Menurut Azrul, anak-anak muda yang penganggur tersebut akhirnya terjebak pada tindak kriminalitas dan narkotika. Berdasarkan data yang ada, sekitar dua juta generasi muda Indonesia memakai obat-obat terlarang. Sebagian besar menggunakan narkoba melalui suntikan.
“Sekarang sekitar 40 persen dari pengguna obat-obatan terlarang itu terkena penyakit AIDS,” kata Azrul yang juga guru bear Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Bahkan, penyakit AIDS di Kabupaten Merauke, Papua sudah menakutkan.
Untuk mengatasi masalah AIDS ini, menurut dia, Gerakan Pramuka telah membentuk program Pramuka Peduli. Program ini bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional yang berkaitan dengan sektor kesehatan dan pendidikan seperti UNICEF.
Azsrul menjelaskan, ada dua keuntungan dari kerja sama Pramuka dengan lembaga internasional ini. Pertama, Pramuka bisa membantu secara konkret terhadap masalah generasi muda. Kedua, Gerakan Pramuka mendapat dana untuk mengelola organisasi, karena dana menjadi salah satu masalah utama dari Gerakan Pramuka saat ini.
Opini
Generasi muda merupakan tulang punggung negara. Generasi muda juga sebagai penerus bangsa atau sebagai aset. Menurut pendapat saya, generasi muda sekarang ini sudah mulai ada peningkatan drastis dari generasi sebelumnya. Dapat kita lihat dari berbagai prestasi yang telah diraih anak muda Indonesia di kancah internasional.
Tapi dibalik kesuksesan itu, banyak juga masalah-masalah sosial yang dihadapi generasi muda. Masalah-masalah inilah yang harus menjadi perhatian lebih oleh para orangtua, guru, atau bahkan pemerintah. Padahal masalah ini menurut saya dapat diatasi walau dalam waktu yang panjang. Mungkin hal-hal kecil seperti memberikan perhatian dari para orangtua pada anak-anaknya.
Diposting oleh unlimited di 03.02 0 komentar
ISD BAB III Individu, Keluarga, dan Masyarakat
1. Sebutkan 2 golongan masyarakat !
Jawab :
Masyarakat terbagi menjadi 2 golongan, yaitu :
1. Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yang buas saat itu.
1. Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Dalam lingkungan masyarakat maju, dapat dibedakan.
Studi Kasus :
Konflik Agama Tak Akan Ada Habisnya
Semarang, CyberNews. Konflik agama yang menimbulkan permusuhan, pertikaian, bahkan kerusuhan di masyarakat dinilai tak akan ada habisnya, selama setiap umat beragama masih mengedepankan ego tanpa memerhatikan terwujudnya kerukunan bersama. Perlu diperhatikan bahwa kekerasan tak akan bisa menyelesaikan setiap masalah atau konflik agama.Hal tersebut dipaparkan Uskup Agung Semarang, Mgr Johannes Pujasumarta Pr dalam acara wisuda sarjana strata 1 agama Katolik (SAg) Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPKat) Santo Fransiskus Asissi Semarang di kapel STPKat Jl Ronggowarsito, Rabu (30/3). Pada acara pelepasan 24 lulusan tersebut, sekaligus diadakan perayaan Ekaristi serta misa bersama yang diikuti para bruder, pastor, dan suster.
Menurut Pujasumarta, agar kekerasan tak lagi menjadi solusi utama dalam menyelesaikan konflik keagamaan, perlu adanya mediator yang handal dan mementingkan kedamaian. "Dengan adanya Sekolah Tinggi Pastoral, kami bisa membina penerus pemuka agama yang memiliki kasih, mengedepankan perdamaian dan keadilan," tandasnya.
Ketua STPKat, Suster M Theresiani OSF menuturkan, para lulusan merupakan guru agama Katolik yang sebelumnya hanya berpendidikan mulai tingkat D1 hingga D3. Nantinya, selain mengajar, mereka mendapat tugas perutusan sebagai Katekis di masyarakat dan Petugas Pastoral Gereja di bawah naungan Keuskupan Agung Semarang.
"Dengan semakin tingginya ilmu dan wawasan para lulusan, kami bisa meningkatkan pelayanan dengan satu visi mewujudkan perdamaian di tengah kehidupan masyarakat," tandasnya.
www.republika.co.id › Nasional › Umum
2. Jelaskan perbedaan masyarakat non industri dengan masyarakat industri
A. Masyarakat non industri
Secara garis besar, kelompok ini dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder. Dalam kelompok primer, interaksi antar anggotanya terjadi lebih intensif, lebih erat, lebi akrab. Kelompok ini disebut juga kelompok face to face group.Sifag interaksi bercirak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok ini dititik berakan pada kesadaran, tanggungjawab para anggotadan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela. Dalam kelompok sekunder terpaut saling hubungan tidak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh krn itu sifat interaksi, pembagian kerja, diatur atas dasar pertimbangan-pertimbagnan rasional obyektif. Para anggota menerima pembagian kerja atas dasar kemampuan / keahlian tertentu, disamping dituntut target dan tujuan tertentu yang telah ditentukan.
B. Masyarakat Industri
Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi is lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme.
Masyarakat Industri Yang Produktif
Posting ini berdasarkan dari koran Tribun Jabar, sabtu 18 oktober 2008 dengan judul “Perlunya Kolaborasi Universitas-Industri“. Ketahanan perekonomian negara kita sangat rapuh karena tidak banyak produk buatan negeri ini yang dapat diekspor ke luar negeri dan menjadi sumber devisa negara kita. Kita belum mampu mengolah sumber daya alam yang ada di negeri ini secara maksimal menjadi produk yang dapat diekspor. Lemahnya industri pengolahan produk pertanian atau pascapanen kita menyebabkan produk-produk pertanian kita tidak mampu menembus pasaran dunia. Kita perlu belajar banyak dalam membudidayakan, mengolah, mengemas, mengalengkan, dan memasarkan produk-produk hasil pertanian ke luar negeri. Tumbuhnya budaya industri hasil pertanian juga perlu didukung oleh hasil-hasil penelitian dan pengembangan bidang pertanian sehingga dapat memiliki nilai tambah secara bernilai tinggi.
Membangun industri yang berbasiskan pengetahuan (knowledge based) dengan inovasi membutuhkan kerjasama. Selain itu, jenis industri yang dikembangkan pun seharusnya mempertimbangkan keunggulan komparatif negara kita dan yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang banyak. Dari sini diharapkan bahwa dengan adanya kerja sama dan keahlian profesi dapat memberikan peningkatan knowledge based economy masyarakat dan negara melalui kerja sama yang saling menguntungkan dengan pihak industri dan dampaknya juga diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat melalui industri skala kecil dan menengah.
Dalam meningkatkan industri yang ada di negara kita ini maka kita perlu mengetahui faktor yang mempengaruhi hasil kerja dan kepuasan kerja serta cara/prosedur agar hasil kerja dan kepuasan kerja maksimum. Melakukan penyelidikan-penyelidikan yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan personnel management sangatlah penting. Kenapa demikian? Karena dengan penyelidikan tersebut, kita dapat lebih mudah untuk melakukan suatu pekerjaan dalam hal kerja sama. Kerja sama merupakan hal penting dalam meningkatkan produktifitas.
Setiap orang memiliki kognitif dan konaktif yang berbeda namun hal tersebut dapat ditingkatkan dan dikembangkan lagi dengan meningkatkan keahlian dan kreatifitasnya. Keahlian dan kreatifitas tersebut melingkupi banyak hal seperti intelegensi, bakat, minat, kepribadian, motivasi, dan edukasi. Pada pekerjaan tertentu sifat-sifat kepribadian seseorang sangat berhubungan dengan kesuksesan dalam bekerja. Pengukuran kepribadian dalam bimbingan jabatan karyawan juga berguna bagi maksud-maksud tertentu.
Untuk mendukung industri yang lebih produktif lagi, kita juga dapat melakukan pendekatan dengan cara merubah stimulus di negara kita ini. Dengan stimulus yang tepat dan benar maka akan dapat mendukung proses kerja dari tenaga kerja tersebut. Dan masyarakat juga akan lebih banyak termotivasi untuk bekerja. Motivasi kerja merupakan pendorong semangat kerja. Kuat dan lemahnya motivasi kerja seoarang tenaga kerja ikut menentukan besar kecilnya prestasi kerjanya. Untuk mendukung pekerjaan juga sebaiknya diperlukan adanya kebutuhan untuk mencapai sukses, berhubungan erat dengan pekerjaan, dan mengarahkan tingkah laku pada usaha untuk mencapai prestasi tertentu. Oleh sebab itu masyarakat industri yang produktif perlu mendapatkan pendidikan atau keterampilan yang lebih dan memadai dalam hal stimulus dan masalah teknis serta struktural sehingga negara kita dapat menghasilkan begitu banyak produk untuk diekspor.
Sumber: Koran Tribun Jabar, sabtu 18 oktober 2008 dengan judul “Perlunya Kolaborasi Universitas-Industri“.
OPINI :
Menurut pendapat saya, perbedaan golongan seharusnya tidak diperlukan. Walaupun sebenarnya di Indonesia perbedaan golongan tersebut masih diberlakukan. Seperti contohnya perbedaan agama didalam study kasus. Konflik agama hanya menimbulkan permusuhan, pertikaian, bahkan kerusuhan di masyarakat. Perbedaan golongan sebenarnya lebih banyak kerugiannya daripada keuntungannya. Kerugiannya sudah jelas, banyak pertikaian, fitnah, dan sebagainya. Tapi apakah ada keuntungannya ? Menurut saya tidak ada keuntungannya. Belum lagi banyak dampak negatif dari perbedaan golongan tersebut.
Diposting oleh unlimited di 20.30 0 komentar
ISD BAB II Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayan
A.Pertanyaan : Jelaskan piramida penduduk muda, piramida stasioner, dan piramida tua!
Jawaban: Piramida Penduduk terbagi menjadi 3 jenis, yaitu Piramida Muda, Piramida Stasioner, dan Piramida Tua...
- Piramida Muda adalah Suatu wilayah yang penduduk mudanya lebih banyak daripada penduduk tua. Piramida penduduk muda terjadi karena tingkat kelahiran yang tinggi dibandingkan tingkat kematian penduduk.
- Piramida Stasioner adalah Suatu wilayah yang penduduk muda dan penduduk tuanya seimbang. Piramida penduduk stasioner disebabkan oleh tingkat kelahiran dan tingkat kematian yang seimbang.
- Piramida Tua adalah Suatu wilayah yang penduduk tuanya lebih banyak daripada penduduk muda. Piramida tua terjadi karena tingkat kelahiran yang lebih rendah dibandingkan dengan tingkat kematian penduduk.
Studi Kasus:
JAKARTA, SABTU - Pertumbuhan penduduk, baik dunia maupun Indonesia menjadi permasalahan paling mendasar dalam pemenuhan pangan. Jika pertumbuhan penduduk tidak terkontrol, Indonesia akan menghadapi masalah penyediaan pangan dan pemeliharaan gizi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Rachmat Pambudy, saat diskusi panel Peran Bioteknologi Dalam Mengembangkan Ketahanan Pangan, di BPPT, Jakarta, Sabtu (1/11). "Semakin tahun pertumbuhan penduduk meningkat. Permintaan akan pangan juga semakin meningkat," kata Rachmat.
Menurut Rachmat, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat permintaan pangan yang tinggi. Sebetulnya, permasalahan pemenuhan kebutuhan pangan ini justru dapat menjadi peluang bagi Indonesia sebagai negara agraris karena sebagian besar mata pencaharian penduduk tergantung sektor pertanian.
Hanya saja, lanjut Rachmat, Indonesia yang mempunyai keunggulan komparatif sebagai negara agraris tropis saat ini belum memilliki industri bioteknologi yang mendukung perkembangan agribisnis. "Implementasi bioteknologi di sektor agribisnis di Indonesia terkesan belum mampu bersaing," kata Rachmat. Karena itu, pemerintah perlu menyusun kebijakan strategis pengembagan pertanian dan bioteknologi. (http://nasional.kompas.com/read/2008/11/01/1257461/Pertumbuhan.Penduduk.Ancam.Masalah.Pangan)
A. Pertanyaan: Jelaskan persebaran penduduk!
Jawab :
Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak.
Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk disuatu wilayah dibandingkan dengan luas wilayahnya yang dihitung jiwa per km kuadrat. Berdasarkan sensus penduduk dan survey penduduk, persebaran penduduk Indonesia antar provinsi yang satu dengan provinsi yang lain tidak merata.
Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya persebaran penduduk :
1) Kesuburan tanah, daerah atau wilayah yang ditempati banyak penduduk, karena dapat dijadikan sebagai lahan bercocok tanam dan sebaliknya.
2) Iklim, wilayah yang beriklim terlalu panas, terlalu dingin, dan terlalu basah biasanya tidak disenangi sebagai tempat tinggal
3) Topografi atau bentuk permukaan tanah pada umumnya masyarakat banyak bertempat tinggal di daerah datar
4) Sumber air
5) Perhubangan atau transportasi
Kepadatan penduduk dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1. Kepadatan penduduk aritmatik sangat mudah dalam perhitungannya. Data kepadatan penduduk aritmatik sangat bermanfaat.
Contohnya: dengan diketahui tingkat kepadatan penduduk di suatu wilayah, maka dapat digunakan untuk perencanaan penyediaan fasilitas sosial. Jika pada suatu daerah memiliki kepadatan penduduk aritmatik yang rendah, maka penyediaan fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dapat digabung dengan daerah yang berdekatan.
2. Kepadatan penduduk Indonesia antara pulau yang satu dan pulau yang lain tidak seimbang. Selain itu, kepadatan penduduk antara provinsi yang satu dengan provinsi yang lain juga tidak seimbang.
Hal ini disebabkan karena persebaran penduduk tidak merata. Sebagian besar penduduk Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa dan Madura. Padahal, luas wilayah pulau Jawa dan Madura hanya sebagian kecil dari luas wilayah negara Indonesia. Akibatnya, pulau Jawa dan Madura memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, sedangkan di daerah-daerah lain tingkat penduduknya rendah. Provinsi yang paling padat penduduknya adalah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.
Kepadatan penduduk erat kaitannya dengan kemampuan wilayah dalam mendukung kehidupan penduduknya. Daya dukung lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia tidak sama. Daya dukung lingkungan pulau Jawa lebih tinggi dibandingkan dengan pulau-pulau lain, sehingga setiap satuan luas di Pulau Jawa dapat mendukung kehidupan yang lebih tinggi dibandingkan dengan, misalnya di Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan Sumatra.
Kemampuan suatu wilayah dalam mendukung kehidupan itu ada batasnya. Apabila kemampuan wilayah dalam mendukung lingkungan terlampau, dapat berakibat pada terjadinya tekanan=tekanan penduduk. Jadi, meskipun di Jawa daya dukung lingkungannya tinggi, namun juga perlu diingat batas kemampuan wilayah ter sebut dalam mendukung kehidupan.
Studi Kasus :
Jumlah pendatang baru ke Ibukota
Selasa, 13 September 2011, 06:04 WIB
Eko Priliawito, Siti Ruqoyah
Pencari kerja di Jakarta harus keras bersaing (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta memastikan peluang kerja di sektor informal di Ibukota sudah tidak tersedia lagi. Karena itu, mereka mengimbau warga agar jangan memaksakan diri untuk mencari pekerjaan di Jakarta.
"Pekerjaan informal sudah habis, jadi yang ada hanya yang formal. Pekerjaan macam ini membutuhkan pendidikan yang cukup," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Deded Sukendar kepada VIVAnews.com.
Sudah begitu, saat ini peluang kerja untuk pendatang baru menurut dia sangat tipis. Dari data yang diperoleh, hanya sedikit perusahaan yang mampu menampung pekerja baru. Pendatang baru juga harus bersaing dengan calon pekerja lain yang sudah lama tinggal di Jakarta. Tahun ini, diperkirakan ada 520 ribu pencari kerja yang ber-KTP Jakarta.
"Dilihat dari seluruh wilayah dengan mendata pembuat kartu kuning (kartu untuk pencari kerja), jumlah ini lebih banyak lagi dari data yang ada. Sementara jumlah pendatang baru 80 ribu orang, dan lebih dari setengahnya akan mencari kerja," katanya
Deded mengatakan tidak ada larangan bagi siapa saja untuk mencari kerja asalkan melengkapi seluruh persyaratan. Tentu, pemiliki tanda identitas Jakarta akan diutamakan.
Perusahaan juga dihimbau untuk tidak asal menerima perkerja, meski mereka datang dari kampung dan bersedia dipekerjakan dengan bayaran murah.
Perusahaan juga dihimbau untuk tidak asal menerima perkerja, meski mereka datang dari kampung dan bersedia dipekerjakan dengan bayaran murah.
"Banyak kami temukan karena mereka baru datang dari kampung dan membutuhkan pekerjaan cepat, ini dimanfaatkan untuk memberikan bayaran murah. Padahal, kami sudah memiliki standar bayaran untuk DKI," jelas dia.
Pemprov DKI masih mencari formula terbaik guna mengatasi arus urbanisasi yang selalu terjadi setiap arus balik mudik lebaran, antara lain memberikan pelatihan hingga penegakan hukum.
Lalu pada tahun 2009 tercatat jumlah pendatang baru sebanyak 69.554 orang, atau mengalami penurunan sebesar 21,38 persen atau sebanyak 18.919 orang. Tahun 2010, jumlahnya turun lagi menjadi sekitar 60 ribu orang.
B. Pertanyaan: Jelaskan apa yg di maksud dengan Rasio Ketergantungan!
Jawab: Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan Rasio Ketergantungan Tua.
· Rasio Ketergantungan Muda adalah perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 – 64 tahun.
· Rasio Ketergantungan Tua adalah perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di usia 15-64 tahun.
Studi Kasus :
Kondisi dan permasalahan Penduduk Lansia
Diseluruh dunia penduduk Lansia (usia 60 +) tumbuh dengan sangat cepat bahkan tercepat dibanding kelompok usia lainnya. Tahun 2025 diperkirakan terdapat 1,2 milyar Lansia dan ditahun 2050 akan menjadi 2 milyar (21% total penduduk). Sekitar 80 % Lansia hidup dinegara berkembang dan wilayah Asia-Pasifik merupakan bagian dunia yang tercepat pertumbuhannya. Indonesia merupakan salah satu negara Asia yang tergolong cepat pertumbuhan penduduk Lansianya. Pada tahun 2000 penduduk Lansia sudah berjumlah 14,4 juta (7,18%) dan pada tahun 2020 diperkirakan akan menjadi dua kali lipat, berjumlah 28,8 juta (11,34%). Pada tahun 2007 BPS mendata, penduduk Lansia berjumlah 18,96 juta (8,42 % dari total penduduk) dengan komposisi 9,04 % perempuan dan 7,80 % laki-laki.
Sejak tahun 2000 penduduk Indonesia sudah tergolong berstruktur tua ( Lansia > 7% total penduduk, WHO). Terdapat 11 propinsi yang penduduknya telah memasuki struktur tua yaitu: DIY (14,04%), Jateng (11,16%), Jatim (11,14%), Bali (11,02%), Sulsel (9,05%), Sumbar (8,74%), Sulut (8,62%), Nustra Barat (8,21%), Jabar (8,08%), Lampung (7,78%), Nustra Tim (7,68%).
Rasio ketergantungan cukup tinggi dan cenderung naik setiap tahun. Pada tahun 2007 tercatat angka ketergantungan 13,52 yang menunjukkan bahwa setiap 100 orang penduduk produktif harus menanggung sekitar 13 orang Lansia. Angka tersebut akan meningkat seiring kenaikan UHH penduduk Indonesia. Terdata pada tahun 2000, UHH 64,5 tahun dan pada tahun 2008 telah mencapai 70,5 tahun ( Depkes-2008)
Secara umum derajat kesehatan penduduk Lansia masih rendah. Prosentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan cenderung naik , tahun 2003( 48,95%) pada tahun 2007(54,25%). Angka kesakitan juga cenderung naik dari 28, 48 % pada tahun 2003 menjadi 31,11% ditahun 2005. Penggunaan obat modern lebih banyak daripada obat tradisional dan tempat berobat yang terbanyak dikunjungi adalah Puskesmas
Sebagian besar Lansia masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga, menjaga kesehatan dan mengisi waktu luang. Pada umumnya mereka tidak suka berdiam diri, sekitar 80 % masih terus beraktifitas baik dirumah, di kegiatan masyarakat maupun di kegiatan produktif. Tingkat partisipasi angkatan kerja 48,51 % mayoritas bertumpu di sektor pertanian karena pendidikannya rendah. Sekitar 65,7 % penduduk Lansia tak tamat SD atau tak pernah sekolah samasekali.Angka keterlantaran penduduk Lansia masih cukup tinggi, pada tahun 2006 terdata ada sekitar 2,7 juta lansia terlantar ( 15% dari total penduduk Lansia) yang memerlukan perhatian dan jaminan sosial.
Pertambahan penduduk Lansia yang cepat pada dasarnya terjadi karena angka kelahiran berkurang dan hasil pembangunan yang telah meningkatkan usia harapan hidup. Pertumbuhan yang cepat tersebut bila dihadapkan kepada kondisi yang masih memprihatinkan pada saatnya akan membebani kehidupan keluarga, masyarakat dan pemerintah. Karenanya diperlukan kesadaran setiap warga negara bahwa masalah penuaan penduduk ini merupakan masalah yang harus ditangani secara bersungguh-sungguh karena akan menjadi berat beban bila dianggap sebagai hal yang alami saja. Kepedulian kita sangat diharapkan dengan berperan serta pada upaya penanganan Lansia secara perorangan, kelompok ataupun dalam wadah organisasi. Bukan hanya negara maju di dunia Barat tetapi China, Jepang, Korea sudah merasakan dampak penuaan penduduk yang mempengaruhi kehidupan sosial, ekonomi, kesehatan bahkan kebijakan politiknya sehingga begitu besar upaya dan langkah kebijakan yang telah dilakukannya.
UU dan peraturan yang terkait dengan penanganan Lansia
Indonesia telah memiliki perundang-undangan, keputusan, peraturan dan kebijakan untuk penganan lanjut usia diantaranya:
• UUD 45 pasal 28 H , setiap orang ber hak atas jaminan sosial
yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh
sebagai manusia yang bermartabat.
• UU No. 13/98 tentang kesejahteraan Lansia yang
mengamanatkan kepada pemerintah berkewajiban
memberikan pelayanan dan perlindungan sosial bagi Lansia.
agar mereka dapat mewujudkan dan menikmati taraf hidup
yang wajar. Amanat terurai dalam pasal-pasal untuk 12
departemen, lembaga non departemen serta kepada unsur
masyarakat.
• UU No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional
khususnya yang menyangkut jaminan sosial bagi Lansia
• UU. No. 11/2009 tentang kesejahteraan sosial
• Keppres 52/2004 tentang Komnas Lansia
• Permendagri No.60/2008 tentang pembentukan Komda
Lansia dan pemberdayaan masyarakat
• RAN 2003 dan 2008 tentang Kesejahteraan Sosial Lansia
Identifikasi permasalahan
Sesuai hasil penelitian yang dilakukan masih diperoleh kenyataan a.l. bahwa:
• Sosialisasi UU, Keputusan, Peraturan, kebijakan yang terkait
Lansia minim.
• Implementasi UU No. 13/98 di pusat maupun di daerah
masih terbatas
• Implementasi UU No. 40/2004 tentang SJSN dan UU No. 11
Tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial masih menunggu
penerbitan PP nya.
• Koordinasi dan keterpaduan lintas sektor (antara unsur
pemerintah, swasta dan masyarakat ) belum efektif
khususnya dalam perencanaan program yang terkait
penanganan Lansia
• Pelayanan dan pemberdayaan Lansia oleh unsur pemerintah,
masih dihadapkan berbagai keterbatasan.
• Peran Komda Lansia belum sepenuhnya efektif, perlu
fungsionalisasi dan penguatan peran kelembagaan.
• Penanganan Lansia masih banyak bersandar kepada
keluarga dan upaya yang berbasis masyarakat.
• Monitoring dan evaluasi pelaksanaan bantuan kepada
Lansia terlantar (JSL dan Jamkesmas) masih terbatas
• Pemberdayaan Lansia dibidang sosial, ekonomi, diklat, dan
lain-lainnya belum optimal
Peran Komnas
• Meningkatkan kesadaran tentang dampak masalah Lansia
terutama mengenai pertumbuhan yang pesat, kenaikan
angka ketergantungan, kondisi kesehatan, pendididkan dan
kesejahteraan pada umumnya yang masih rendah. Mendorong
masyarakat agar lebih peduli dan berperan serta dalam
penanganan Lansia.
• Meningkatkan kesadaran dan kepedulian dengan sosialisasi
tentang UU 13/98, Keppres 52/04, RAN, Permendagri 60/08,
UU 11/09 secara berkelanjutan
• Mengkoordinasikan upaya pemberdayaan Lansia potensial
untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan kegiatan
masyarakat dengan bekerjasama antar departemen terkait
dan organisasi kemasyarakatan.
• Mengkoordinasikan lintas sektor dalam Perencanaan Program
agar lebih menyentuh kepentingan Lansia
• Penguatan peran Komda sebagai ujung tombak peningkatan
kesejahteraan Lansia
• Meningkatkan kepedulian kalangan swasta, perguruan tinggi
dan LSM melalui forum kerjasama,saresehan, seminar dan
lokakarya.
• Melakukan pengkajian dan penelitian instrumen perundang-
undangan yang terkait dengan kepentingan Lansia serta
penelitian kondisi dan kebijakan sosial ekonomi dan
kesehatan Lansia
Himbauan
Penanganan dan upaya peningkatan kesejahteran sosial Lansia merupakan tanggung jawab bersama, keluarga - masyarakat - pemerintah. Oleh sebab itu segenap lapisan masyarakat dihimbau untuk lebih meningkatkan kesadaran dan kepeduliannya sehingga dapat berperan nyata baik secara perorangan, kelompok maupun dalam wadah organisasi. Pola penanganan Lansia didunia telah bergeser dari service ke participation approach. Perubahan ini perlu menjadi pemikiran kita karena sebagai negara yang penduduknya sudah berstruktur tua, peran serta setiap warga negara sangat membantu Pemerintah dan kepentingan Lansia. Pemberdayaan dan pendaya gunaan Lansia potensial merupakan amanat undang-undang dalam mewujudkan “ dunia untuk segala usia”. Harapan kita: Mereka tidak selalu menjadi obyek pembangunan tetapi juga sebagai subyek /pelaku pembangunan.
Opini
TENTANG PIRAMIDA PENDUDUK
Piramida penduduk merupakan hal yang penting dalam kalangan masyarakat. Piramida penduduk juga menunjukkan bahwa kalangan penduduk tersebut masih memiliki usia yang produktif atau tidak. Di Indonesia, piramida poenduduk merupakan hal yang sangat difokuskan dalam setiap situasi. Karena penduduk Indonesia yang mulai bertambah dari waktu ke waktu. Kebutuhannya pun pasti bertambah. Seperti kebutuhan pangan. Indonesia memang negara yang mata pencaharian terbesarnya adalah bertani. Sumber daya alamya juga sangat mendukung. Tapi sayangnya masih banyak yang belum bisa mengolah suber daya alam kita untuk memenuhi kebutuhan pangan kita. Jadi walaupun penduduk bertambah, kebutuhan pangan juga dapat diseimbangkan.
TENTANG PERSEBARAN PENDUDUK
Sumber daya alam indonesia merupakan sumber daya yang tidak akan habis walaupun Indonesia memiliki banyak penduduk. Persebaran penduduk di Indonesia sampai sekarang memang belum merata. Tapi menurut pendapat saya walaupun persebaran penduduknya tidak merata, tapi Indonesia masih dapat menghidupi penduduknya. Saran saya, mungkin transmigrasi harus lebih disosialisasikan lagi kepada penduduk untuk mengurangi kepadatan penduduk seperti di kota-kota besar di Indonesia. Padahal masih banyak kota-kota yang juga besar tetapi penduduknya sangat jarang.
TENTANG RASIO KETERGANTUNGAN
Menurut pendapat saya rasio ketergantungan di indonesia masih belum merata. Dapat dilihat di studi kasus bahwa pertumbuhan Lansia lebih cepat melebihi usia-usia yang lain. Rasio ketergantungan cukup tinggi dan cenderung naik setiap tahunnya. Sebagian besar Lansia masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga, menjaga kesehatan dan mengisi waktu luang. Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan kondisi Lansia di Indonesia. Mungkin peran Komnas harus dijalankan jangan hanya di gembor-gemborkan saja.
Diposting oleh unlimited di 20.29 0 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
