UG Thunder

Pengikut

Mengenai Saya

Total Tayangan Halaman

ISD BAB IV Pemuda dan Sosialisasi

1.      Jelaskan 2 pengertian pokok pembinaan dan pengembangan generasi muda ?
Jawab :
Generasi muda sebagai subyek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal-bekal dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam keterlibatannya secara fungsional bersama potensi lainnya, guna menyelesaikan masalah – masalah yang di hadapi bangsa dalam rangka kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional. Generasi muda sebagai obyek pembinaan dan pengembangan ialah merekah yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan ke arah pertumbuhan potensi dan kemampuan – kemampuannya ke tingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.

2.  Tuliskan masalah-masalah generasi muda ?
Jawab :
a. kebutuhan akan figur teladan
Remaja jauh lebih mudah terkesan akan nilai-nilai luhur yang berlangsung dari keteladanan orang tua mereka daripada hanya sekedar nasihat-nasihat bagus yagn tinggal hanya kata-kata  indah.
b. sikap apatis
Sikap apatis meruapakan kecenderungan untuk menolak sesuatu dan pada saat yang b ersamaan tidak mau melibatkan diri di dalamnya. Sikap apatis ini terwujud di dalam ketidakacuhannya akan apa yang terjadi di masyarakatnya.
c. kecemasan dan kurangnya harga diri
Kata stess atau frustasi semakin umum dipakai kalangan remaja. Banyak kaum muda yang mencoba mengatasi rasa cemasnya dalam bentuk “pelarian” (memburu kenikmatan lewat minuman keras, obat penenang, seks dan lainnya).
d. ketidakmampuan untuk terlibat
Kecenderungan untuk mengintelektualkan segala sesuatu dan pola pikir ekonomis, membuat para remaja sulit melibatkan diri secara emosional maupun efektif dalam hubungan pribadi dan dalam kehidupan di masyarakat. Persahabatan dinilai dengan untung rugi atau malahan dengan uang.
e. perasaan tidak berdaya
Perasaan tidak berdaya ini muncul pertama-tama karena teknologi semakin menguasai gaya hidup dan pola berpikir masyarakat modern. Teknologi mau tidak mau menciptakan masyarakat teknokratis yang memaksa kita untuk pertama-tama berpikir tentang keselamatan diri kita di tengah2 masyarakat. Lebih jauh remaja mencari “jalan pintas”, misalnya menggunakan segala cara untuk tidak belajar tetapi mendapat nilai baik atau ijasah.
Studi kasus :
“Generasi Muda Indonesia Masuki Titik Krusial”
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Azrul Azwar mengungkapkan, masalah generasi muda di Indonesia saat ini memasuki titik krusial. Hanya 30 persen lulusan sekolah dasar (SD) yang masuk sekolah menengah pertama (SMP) dan hanya lima persen lulusan sekolah menengah atas (SMA) yang masuk ke perguruan tinggi.

“Sisanya drop out dan jadi penganggur atau bekerja di tempat yang tidak semestinya,” kata Azrul pada acara halal bihalal Pramuka di Cibubur, Jakarta Timur pagi ini.

Menurut Azrul, anak-anak muda yang penganggur tersebut akhirnya terjebak pada tindak kriminalitas dan narkotika. Berdasarkan data yang ada, sekitar dua juta generasi muda Indonesia memakai obat-obat terlarang. Sebagian besar menggunakan narkoba melalui suntikan.

“Sekarang sekitar 40 persen dari pengguna obat-obatan terlarang itu terkena penyakit AIDS,” kata Azrul yang juga guru bear Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Bahkan, penyakit AIDS di Kabupaten Merauke, Papua sudah menakutkan.

Untuk mengatasi masalah AIDS ini, menurut dia, Gerakan Pramuka telah membentuk program Pramuka Peduli. Program ini bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional yang berkaitan dengan sektor kesehatan dan pendidikan seperti UNICEF.

Azsrul menjelaskan, ada dua keuntungan dari kerja sama Pramuka dengan lembaga internasional ini. Pertama, Pramuka bisa membantu secara konkret terhadap masalah generasi muda. Kedua, Gerakan Pramuka mendapat dana untuk mengelola organisasi, karena dana menjadi salah satu masalah utama dari Gerakan Pramuka saat ini.

Opini
                Generasi muda merupakan tulang punggung negara. Generasi muda juga sebagai penerus bangsa atau sebagai aset. Menurut pendapat saya, generasi muda sekarang ini sudah mulai ada peningkatan drastis dari generasi sebelumnya. Dapat kita lihat dari berbagai prestasi yang telah diraih anak muda Indonesia di kancah internasional.
                Tapi dibalik kesuksesan itu, banyak juga masalah-masalah sosial yang dihadapi generasi muda. Masalah-masalah inilah yang harus menjadi perhatian lebih oleh para orangtua, guru, atau bahkan pemerintah. Padahal masalah ini menurut saya dapat diatasi walau dalam waktu yang panjang. Mungkin hal-hal kecil seperti memberikan perhatian dari para orangtua pada anak-anaknya.

0 komentar: